Sembako Resmi di Kurangi dan Hanya Tinggal Empat Bahan Pokok

Ninopo.net – Pemerintah sudah membagikan bahan pokok saat pandemi virus Corona berlangsung saat ini. Hingga ada total sepuluh jenis bahan pokok yang dibagikan ketika COVID-19 mewabah. Namun pada Rabu, 6 Mei 2020 Kementerian Sosial resmi mengurangi hingga tinggal empat bahan pokok saja. Pengurangan bahan pokok tersebut dikarenakan panyaluran dan jumlah produksi yang tidak mencukupi.

Alasan dari pengurangan jenis bahan pokok sembako dikarenakan hingga kini penyaluran terhambat karena terlalu banyak jenis sembako yang dibagikan dan memicu ketidak rataan. Untuk itu Menteri Sosial, Juliari Batubara mengatakan kalau ia sudah memutuskan pengurangan jenis bahan pokok sembako dari sepuluh menjadi empat bahan.

Seperti diketahui kalau saat ini bahan sembako yang dibagikan oleh pemerintah melaui Kementerian Sosial terdiri dari Beras, Minyak Goreng, Mie Instan. Sedangkan masih ada satu jenis bantuan bansos yakni uang Rp. 600 ribu per keluarga. Yang akan dibagian selama tiga bulan dari mulai bulan April hingga Juni. Dan bantuan uang Rp. 600 ribu tadi dibagikan dua kali selama satu bulannya.

Menurut Juliari sendiri kalau pengurangan jenis bantuan Bansos lebih dikarenakan cara menyalurkan yang tidak tepat. Lebih rinci ia menerangkan kalau cara pembayaran terakhir berupa membeli bahan dan ketika bahan sudah tersalurkan, biaya baru dibayar di akhir membuat kendala tesebut menjadi berantakan.

“Kemarin kita salurkan sembako berupa 10 bahan pokok untuk masyarakat yang terdampak (COVID-19). Tapi kita kurangi dan jadi 4 bahan saja dengan porsi lebih banyak. Hal ini supaya lebih cepat tersalurkan ke masyarakat. Soalnya pembelian bahan terlalu banyak dan berbelit dalam pembayaran,” ucap Menteri Sosial, Juliari Batubara di Gedung DPR.

Lalu ia menjelaskan kembali perusahaan beberapa bahan pokok tersebut juga mengalami kendala produksi. Karena di antaranya pabrik pembuatan mengurangi beberapa karyawan akibat pandemi virus Corona yang terjadi.

“Jadi banyak pabrik yang telah mengurangi jumlah produksi karena dampak ini (COVID-19) beberapa karyawan bahkan di rumahkan sementara saat ini. Untuk itu kita enggak bisa memaksa perusahaan produksi makanan terus menyetor bahan makanan untuk di alokasikan ke masyarakat,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *